Minyak Goreng Masih Langka Di Sawahlunto

More articles

Sawahlunto, Investigasi.news – Minyak goreng di Kota Sawahlunto dalam minggu ini mengalami kelangkaan. Membuat beberapa elemen masyarakat banyak berkomentar baik di medsos ataupun ketika duduk di kedai/lapau.

Menurut para pembeli, untuk mendapatkan 1 liter minyak goreng (migor) dibandrol harga dikisaran Rp. 18 ribu sampai Rp. 20 ribu yang biasanya cuma Rp. 12 ribu atau Rp. 14 ribu. Tapi karena mereka butuh harus dibeli.” Kami butuh untuk masak sehari-hari ya harus dibeli,” ujar salah seorang pembeli migor di apasar tradisional Sawahlunto yang tak mau disebutkan namanya.

Jangankan pembeli, Pengusaha minimarket pun juga mengaku sulit mendapatkan migor ini, menurut salah satu pengusaha minimarket, ini terjadi karena beberapa waktu lalu pihak Pemko operasi pasar sehingga para distributor migor dari perusahaan migor tidak datang dan mengisi migor sawit ini.

Baca Juga :  Amankan Wilayah Perairan, Satuan Polairud Polres Kendal Laksanakan Patroli dan Monitoring

Sementara itu, salah seorang pedagang sembako di pasar juga mengaku untuk mendapatkan migor yang akan dijual harus pesan dulu dan harus tiap sebentar ditanya kepada pemasok. ” Kami harus rajin menghubungi via telepon agar stok migor kami tetap ada. Mengenai kelangkaan ini kami tidak tau sebabnya, kami harap seterusnya kembali seperti semula,” kata pedagang sembako di pasar tersebut.

Kepala Dinas Koperindag Mukhsis ketika dihubungi via WhatsApp menanggapi bahwa Walikota Sawahlunto sudah menyurati PT. Incasi Raya, untuk menentukan kuota migor di kota Sawahlunto. Dan juga meminta untuk ditunjuk agen atau distributor untuk Sawahlunto. ” Sehingga kebutuhan migor untuk Sawahlunto tidak menyambi-nyambi dengan agen dari daerah lain seperti Solok dan Padang,” pungkasnya. (Hz)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest