Sawahlunto, Investigasi.news – Kenaikan harga kedelai tiga pekan terakhir mulai dikeluhkan pengusaha tahu tempe di Kota Sawahlunto. Kenaikan harga itu sudah menyentuh Rp11.250 per kilogram dari yang sebelumnya Rp10 ribu perkilogram.
Pengrajin tahu tempe Kota Sawahlunto Jufriadi (40) menyatakan kenaikan harga kedelai yang jadi bahan pokok pembuatan tahu tempe ini cukup memberatkan dan untuk sementara akan mengurangi produksinya.
“ lebih baik mengurangi produksi dari pada menaikan harga jual tahu dan tempe ke konsumen, namun kalau harganya terus naik tentu jalan terakhir harus menaikan harga jual tahu dan tempe ” kata Jufriadi Kamis (3/3/2022)
Lebih jauh dia menerangkan harga tahu sebelum kenaikan dibanderol Rp48 ribu sampai Rp50 ribu per papan kalau dinaikkan menjadi Rp60 ribu, tentu para pembeli yang sebagian besar pedagang gorengan akan menaikkan harga jual gorengan mereka.
“ jadi imbas kenaikan harga kedelai ini bukan hanya bagi kami pengrajin, namun sampai ke konsumen dan pedagang gorengan dan pembeli ” sebutnya.
Terkait imbas kenaikan harga kedelai itu juga dikeluhkan Marlias (52) salah seorang pedagang gorengan di kawasan Santur kota Sawahlunto.
“ karena harga tempe dan minyak goreng juga naik maka penjualan gorengan ikut naik. Yang sebelumnya sepuluh ribu dapat 10 potong, kini jadi 8 potong Rp10 ribu” sebutnya. (T.Ab)








